Alasan Coorporate Social Responsibility dalam Perspektif Al-Quran
PENGARUH PEMANASAN GLOBAL TERHADAP LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF AL- QURAN
Oleh : Cep Aan Aboodz Anibudin
BAB I
MUKADIMAH
Al-quran adalah satu-satunya sumber dari segala sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang telah Allah sempurnakan melalui ayat-ayat yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW sebagai utusan yang membawa agama islam yang universal dan relevan dalam setiap sendi-sendi syariatnya di setiap jaman dan di setiap tempat. Kejelasan tentang unsur historis umat-umat terdahulu sebagai cermin sepanjang masa, kemuliaan ilmu ibadah dan tata aturannya tertata rapi dan sempurna dalam setiap ayat qauliyahNya, serta keagungan ilu pengetahuan yang tiada batas menembus segala aspek kehidupan dan peradaban manusia dari jaman ke jaman dalam kemurnian teologi Islam, aspek kehidupan sosial, struktrual geografis, dan ilmu pengetahuan teknologi serta ilmu-ilmu lainnya. Kemahadahsyatan ilmu Allah telah digariskan dalam Nash Alquran dan dalam ayat-ayat tersirat dari setiap proses kejadian alamiah yang menjadi Sunnatullah bagi kehidupan peradaban umat manusia dan segala ciptaanNya di jagat raya. Firman Allah dalam Surat Al-kahfi ayat 109 :
. “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”
Jelaslah bahwa segala ilmu pengetahuan betapa agung dan maha luas, dari itu manusia merupakan satu-satunya makhluk yang dikaruniai akal fikiran dan pengetahuan sepatutnya mampu memahami dan mengakui tentang ayat-ayat Allah yang tersurat dan tersirat dalam segala yang telah Allah ciptakan. Kisah Adam As sebagai manusia pertama yang diberikan pengetahuan oleh Allah SWT telah membuktikan bahwa manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan informasi maka derajatnya akan ditinggikan oleh Allah SWT dan dengan ilmu pula Adam sebagai manusia di daulat menjadi Khalifah di muka bumi. Hal ini tertulis dalam Firman Allah surat Al-baqarah ayat 30 dan 31yang artinya :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”
”Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”
Manusia adalah makhluk yang paling berhak menjadi khalifah dan menejer segala sumber daya yang telah Allah karuniakan di jagat raya ini. Maka merupakan tanggungjawab manusia segala kestabilan ekosistem dan kelangsungan hidup manusia serta lingkungannya yang saling memilik ketergantungan satu sama lain baik secara mutualis ataupun parasitis yang telah tertata sempurna oleh penciptaan Allah. Begitupun Allah menciptakan jagat raya, cakrawala yang menjulang tinggi, hamparan bumi dan samudra tidak lain adalah merupakan sarana dan media ibadah untuk kembali kepadaNya dengan mengelola, mengoptimalkan, memaksimalkan dan mengekplorasi secara syariat dan hukum-hukum quraniyah. Firman Allah surat Al-baqarah ayat 22 :
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui.”
Segala kemegahan dan sumber daya yang telah Allah karuniakan merupakan sebagai suatu anugrah tak ternilai. Pada lain sisi, ini merupakan amanat yang Allah berikan kepada manusia sebagai project director segala sember daya yang tersimpan di dunia. Namun Allah telah menashkan dalam Alqur’an bahwa segala kejadian negative dan merugikan tidaklah lain adalah perbuatan manusia yang tidak bertanggungjawab, manusia berilmupengetahuan yang tinggi tidaklah sempurna apabila tidak diiringi secara harmoni dengan Iman kepada Sang pemberi karunia. Karena Allah memberikan ilmu kepada setiap makhluknya adalah sebagai akses dan penghubung ataupun media menuju pengabdian sepenuhnya kepada Allah dan hanya untuk kembali kepada Allah, bukan semata untuk didedikasikan pada pengolahan urusan duniawi yang fana dan sementara. Firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 181 yang artinya :
“Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.”
Kebenaran Al-Qur’an telah menyatakan, bahwa diantara manusia yang Allah karuniai ilmu yang hak ( Islam ), tiada lain agar mereka mampu menjalankan kekhalifahannya secara adil dan bijaksana. Seperti pada sebagian Ulama menafsirkan kalimat “Adil yaitu menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Demikian pula ketika manusia bersikap terhadap lingkungannya harus mampu menempatkan dan memanfaatkan sumber daya sesuai kapasitas dan kadar yang telah digariskaan oleh Al-quran dan ilmu pengetahuan teknologi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Alam ( Kullun Maa Siwa Allahi )
Bumi dan langit srta segala kandungan energy dan sumber daya telah Allah ciptakan dengan keseimbangan dan kesempurnaan penciptaan. Firman Allah surat Al-Furqan ayat 59 yang artinya :
“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy[1071], (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.”
Lingkungan dan bentuk kesempurnaan yang terstruktur secara alamiah merupakan sunnatllah sebagai suatu proses keidupan dan perjalanan historis jagat raya dan seisinya. Allah menurunkan Adam AS dari surga setelah kejadian-kejadian yang telah dikisahkan adalah bagian dari Long term Planing Allah SWT dalam kekhalifahan umat manusia di bumi fana ini. Yaitu untuk memanfaatkan segala yang telah Allah ciptakan di muka bumi sebagai suatu Washitah atau media dan jalan menuju Allah SWT dan meyakini terhadap ayat-ayatNya Firman Allah surat AL-Baqarah ayat 164:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Sebagian ulama mmbagi alam dan linkgungannya ke dalam beberapa bagian, demikian pula dengan pendapat par aahli ilmu pengetahuan dalam disiplin ilmu pengetahuan eksakta yaitu Jamadat, Nabatat, Hayawanat ,dan Ma,iat yang menjadi struktur langit dan bumi serta seisinya. Dan itu pula yang telah Allah ciptakan seperti pada surat Al-baqarah ayat 164 di atas adalah sumber daya yang seharusnya dapat kita kelola secara optimal dan maksimal sampai pada tujuan yang paling akhir kepada Allah SWT yaitu melakukan penghambaan sepenuhnya kepada Allah SW atau beribadah, Firman Allah surat Ad-dazariyat ayat 56 yang artinya :
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Ini merupakan tujuan puncak dari apa yang manusia krjakan dengan segala sarana dan sumber yang telah Allah berikan kepada manusia, karena Allah menciptakan manusia telah diberikan sempurna kepadanya segala support factor dan penunjang bagi kehidupan dan penghidupan manusia di muka bumi dari jaman ke jaman.
Bagian bumi yang hampir bersamaan sifat dan fisiknya dengan atmosfera adalah hydrosfera atau lapisan air atau yang disebut sebagai Maiat dalam beberapa kitab.
Luas permukaan laut yang mengisi cekungan litosfera saja adalah kir-kira 71% dari permukaan bumi. Selain daripada itu air juga terdapat dalam lapisan litosfera dan atmosfera. Jelaslah bahwa sebagian dari bumi air menempati ruang yang luas dan tebal.
2.1.1. Air dan Tata Surya
- Air di Matahari
Air sebagai zat cair tidak terdapat di matahari, gas-gas matahari dapat diselidiki dengan menganalisis spectrum sinar matahari. Telah diketahui bahwa matahari mempunyai helium dan hydrogen.
- Air di Bumi
Pada masa permulaan terdapat bermaam-macam gas di bumi. Selain uap air seperti yangtelah dikatakan di atas terdapat juga Nitrogen, ammonia, metana dan karbon dioksida.
Setelah terdpat air di muka bumi, maka mulai terdapat makhluk hidup. Berdasarkan fosil yang ditemukan, diketahui bahwa kira-kira 3000 juta tahun yang lalu telah terdapat jasad-jasad hidup. Jasad itu terdiri dari suatu sel dan hidup di lingkungan air.
2.1.2. Laut
Adalah bagian yang telah Allah ciptakan di atas permukaan bumi dan merupakan salahsatu faktor yang menjaga keseimbangan alam serta jagat raya serta menopang ekosistem kehidupan mahluk dan proses terjadinya hujan melalui penguapan yang dan pemanasan sinar matahari. Firman Allahsurat An-nahl ayat 14 yang artinya :
“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.”
- Nama dan Luas
Hanya ada satu laut di permukaan bumi. Laut itu berhubun-hubungan karena menempati lembah-lembah yang berhubungan pula
Luas permukaan laut lebh luas dari permukaan bumi atau daratan. Menurut penelitian, luas permukaan laut dapat dlihat pada table sebagai berikut :
Luas Permukaan Laut dan Daratan
di Belahan Utara dan Selatan
| Belahan Bumi ( % ) | Luas Daratan ( % ) | Luas Laut ( % ) |
| Utara | 39 | 61 |
| Selatan | 19 | 81 |
- Susunan Air Laut
Air laut yang memiliki rasa asin karena mengandung garam. Garam tersebut berasal dari batuan yang terdapat di dataran, batuan itu mengalami pelapukan sehingga garam-garam yang dikandungnya larut dalam air. Kemudian garam itu dialirkan ke laut oleh sungai Jika air menguap, garam tidak terbawa sehingga garam ttap berada mengendap di lau.
- Suhu
Suhu air laut rata-rata pada bagian permukaan di daera tropika . dan di daerah kutub sebesar .
Di dalam dasar lautan dalam suhu air sekitar 0. Dengan demikian suhu air laut dalam dengan suhu air laut permukaan memiliki perbedaan suhu yang sangat besar.
- Kepadatan
Kepadatan air laut adalah sebesar 1,026 sampai 1,028. Jika di banding dengan air murni, air laut memiliki kepadatan lebih tinggi karena memiliki kandungan garam
- Tekanan
Tekanan air laut berbeda sesuai denga kedalamannya, semakin dalam semakin besar pula tekanannya.
Tekanan udara pada setiap permukaan air laut sebesar 1000 kg harus diperhitungkan jika akan mengitung permukaan air laut. Berat 1 air laut kurang lebih 115 kg. Tekanan air laut pada kedalaman 1000 m adalah 1000 x 115 + 10.000 kg = 125.000 kg pada setiap .
- Arus Laut
Arus laut disebabkan pula oleh angin.Arus yang ditimblkan oleh angin adalah arus horizontal pada bagian permukaan, sehingga dinamakan arus permukaan.Arus permukaan di daerah tropika disebabkan oleh angin pasat. Angin pasat bertup dari arah timur laut ke barat daya. Dan dari tenggara ke barat laut di belahan bumi selatan.
2.1.3. Daur Hidrologik
Energi pancaran dari matahari menyebabkan penguapan uap air yang terjadi memasuki udara. Dalam udara uap air mengalami kondensasi lalu jatu sebagai hujan dan salju. Air hujan yang jatuh di daratan mengumpul menjadi sungai dan mengalir kembali ke laut. Perjalanan air dari laut ke daratan dan dari daratan ke laut disebut daur hidrologok. Firman Allah surat Al-A’raf ayat 57 yang artinya :
“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”
Kembali Allah memperlihatkan ayat-ayat kebesarannya dengan menciptakan hujan melalui proses yang liar biasa diluar batas kuasa manusia, Allah meniupkan angin pada gumpalan-gumpalan air yang terdapat pada lapisan-lapisan Atmosfera dan kemudian Allah menunjuk daerh geografis mana yang patut Allah turukan RahmatNya yaitu hujan.




Hi, Stranger! Leave Your Comment...